Rabu, 19 Mei 2021

HASIL HUTAN BUKAN KAYU SOLUSI PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

 

HASIL HUTAN BUKAN KAYU SOLUSI PENINGKATAN KESEJATERAAN MASYARAKAT

Hasil hutan bukan kayu (HHBK) adalah hasil hutan hayati baik nabati maupun hewani beserta produk turunan dan budidaya kecuali kayu yang berasal dari hutan. Pengertian lainnya dari hasil hutan bukan kayu yaitu segala sesuatu yang bersifat material (bukan kayu) yang diambil dari hutan untuk dimanfaatkan bagi kegiatan ekonomi dan peningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hasil hutan bukan kayu pada umumnya merupakan hasil sampingan dari sebuah pohon, misalnya getah, daun, kulit, buah atau berupa tumbuhan-tumbuhan yang memiliki sifat khusus seperti rotan, bambu dan lain-lain. Pemungutan hasil hutan bukan kayu pada umumnya merupakan kegiatan tradisionil dari masyarakat yang berada di sekitar hutan, bahkan di beberapa tempat, kegiatan pemungutan hasil hutan bukan kayu merupakan kegiatan utama sebagai sumber kehidupan masyarakat sehari-hari.

Hasil hutan bukan kayu telah lama diketahui menjadi komponen penting dari kehidupan masyarakat sekitar hutan. Bagi sebagian besar penduduk, hasil hutan bukan kayu merupakan salah satu sumber daya penting dibandingkan kayu. Banyak rumah tangga di sekitar kawasan hutan ini, menggantungkan hidupnya terutama pada hasil hutan bukan kayu sebagai kebutuhan sampingan (subsistem) dan atau sebagai sumber pendapatan utama.

 Peluang usaha HHBK Sudah sejak lama masyarakat sekitar hutan menggantungkan hidupnya dari hasil hutan, belakangan sejak masuknya investasi untuk mengeksploitasi kawasan hutan khususnya kayu (sudah dekade keempat) masyarakat seakan terbius dan lupa bahwa hutan ternyata tidak hanya kayu saja namun banyak yang nir kayu dapat dimanfaatkan dan memiliki pangsa pasar yang bagus. Untuk dapat mengelola Sumberdaya hutan (SDH) mempunyai potensi multi fungsi yang dapat memberikan manfaat ekonomi, lingkungan dan sosial bagi kesejahteraan umat manusia. Manfaat tersebut bukan hanya berasal dari Hasil Hutan Kayu (HHK) seperti yang terjadi saat ini, melainkan juga manfaat hasil hutan bukan kayu (HHBK) dan jasa lingkungan (pemanfaatan aliran air, pemanfaatan air, wisata alam, perlindungan keanekaragaman hayati, penyelamatan dan perlindungan). Sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku (Pengelolaan pemanfaatan HHBK) tercantum pada Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999, yaitu pasal 26 (pemungutan HHBK pada hutan lindung), pasal 23 dan 26 (pemanfataan HHBK pada hutan produksi). Demikian juga halnya pada Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2007, upaya optimalisasi HHBK juga terdapat pada pasal 28 (Pemungutan HHBK pada Hutan Lindung), pasal 43 dan 44 (Pemanfaatan HHBK dalam hutan alam dan tanaman pada hutan produksi). Pemerintah melalui Departemen Kehutanan telah menyusun strategi

 










 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

 


Pengembangan Hasil Hutan Bukan Kayu Nasional yang bertujuan untuk Menggali potensi daerah dalam pengembangan HHBK sebagai alternatif sumber pangan, sumber bahan obat-obatan, penghasil serat, penghasil getah-getahan dan lainnya yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendukung kebijakan nasional dalam mengembangkan dan meningkatkan produksi HHBK serta tersedianya acuan mulai dari perencanaan sampai pasca panen bagi pelaku usaha, para pihak dan masyarakat luas dalam pengembangan HHBK; Paradigma baru sektor kehutanan memandang hutan sebagai sistem sumberdaya yang bersifat multi fungsi, multi guna dan memuat multi kepentingan serta pemanfaatannya diarahkan untuk mewujudkan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Paradigma ini makin menyadarkan kita bahwa produk HHBK merupakan salah satu sumber daya hutan yang memiliki keunggulan komparatif dan paling bersinggungan dengan masyarakat sekitar hutan. HHBK terbukti dapat memberikan dampak pada peningkatan penghasilan masyarakat sekitar hutan dan memberikan kontribusi yang berarti bagi penambahan devisa negara.

15 Secara ekologis HHBK tidak memiliki perbedaan fungsi dengan hasil hutan kayu, karena sebagian besar HHBK merupakan bagian dari pohon. Menurut UU Kehutanan Nomor 41 tahun 1999, disebutkan bahwa HHBK adalah hasil hutan hayati maupun non hayati atau menurut FAO (2000) adalah barang (goods) yang dihasilkan benda hayati selain kayu yang berasal dari hutan atau lahan sejenis. Adapun HHBK yang dimanfaatkan dan memiliki potensi untuk dimanfaatkan oleh masyarakat, menurut Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.35/Menhut-II/2007 dapat dibedakan menjadi beberapa bagian sebagai berikut :

1.      Kelompok Hasil Tumbuhan dan Tanaman a. Kelompok Resin : seperti Damar, Kopal, Resin Gaharu, Resin Kemenyan, Kapur barus, Gondorukem, dll. b. Kelompok Minyak Atsiri : Minyak Akar wangi, m.gandapura, m.cendana, m.eukaliptus, m.gaharu, m.kamper, m. Keruing, m. Terpentin, dll. c. Kelompok minyak lemak, pati dan buah-buahan : Minyak Kemiri, m. Ketapang, m. Nyatoh, m. Tengkawang, m. Nyamplung, Tepung Sagu, Gula Nipah, Gula Aren, Tepung Gadung, Tepung Suweg, Rebung, Buah Kolang Kaling, b.cempedak, Durian, duku, langsat, jengkol, lengkeng, petai, kecapi, dll. d. Kelompok tannin, bahan pewarna dan getah : Tannin Nyirih, tn.ketapang, tn. Rizophora, tn. Gambir, tn. Bruguiera, Pewarna Angsana, pw. Coklat kemerahan (Belian), pw.kuning emas (pinang), Getah Jelutung, gt.perca, gt. Pulai, gt. Ketiau, gt.karet Hutan dll. e. Kelompok tumbuhan obat dan tanaman hias : Akar Kering olahan (Akar Kuning), Ekstrak getah api-api, Ekstrak batang Brotowali, Ektrak daun Kayu Putih, Akstrak Pasak Bumi, Anggrek, Pakis, Cemara, Kantong Semar, dll. f. Kelompok palma dan bambu : Rotan Manau, R. Semambu, R. Tohiti, R.Lilin, R. Pulut, R. Sega, R. Uwi tikus, Bambu Apus, B. Batu, B. Petung, B. Siam, B. Duri, Nibung, dll. g. Alkaloid : Ekstrak pepagan Kina h. Kelompok lainnya : Kulit Ipuh, Daun Kering Nipah, Bahan Anyaman Pandan dan Purun.



 

 

 

 

 

 

 

 

 


2.     


Kelompok Hasil Hewan a. Hewan buru - Kelas Mamalia : Daging Babi hutan, Beruk (hidup), Biawak (hidup), Kancil (hidup), daging Babi varu dll - Kelas Reptilia : Kulit dan daging Ular Sanca, Buaya (hidup), Kulit ular piton, Kulit ular Cobra dll.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.Lebah, seperti yang selama ini dikenal baik sebagai serangga penghasil madu, merupakan salah satu hasil hutan yang diminati banyak masyarakat Indonesia. Rasanya yang manis dan khasiatnya yang tinggi membuat madu terkadang menjadi pilihan terbaik untuk menggantikan multivitamin. Tidak sedikit masyarakat sekitar hutan yang menjadikan lebah sebagai salah satu mata pencaharian mereka.

 Lebah menggunakan penyerbukan bunga untuk dapat menghasilkan madunya. Seperti cara penyerbukan pada umumnya, lebah yang membawa serbuk sari ke putik bunga akan mendapatkan nektar dari ekstrak bunga. Nektar ini nantinya akan diberikan kepada seluruh penghuni sarang lebah dari lebah pekerja untuk dimakan.

Madu yang baru dihasilkan dari nektar merupakan hasil madu yang paling baik. Sehingga, dalam pengambilan madu perlu juga diperhatikan waktu optimal lebah dalam menghasilkan madu. Waktu tersebut adalah ketika musim kemarau. 



Pada musim kemarau, madu yang dihasilkan lebah memiliki kualitas yang baik karena nektar yang baru saja menjadi madu memiliki kadar air yang tidak sebanyak saat musim hujan. Selain itu, pemanenan madu saat musim kemarau juga dianggap lebih aman dilakukan ketimbang saat musim hujan. Dalam pengambilan madu, terutama madu hutan, masyarakat biasa melakukannya dengan mengambil langsung dari sarangnya yang biasanya ada di pohon. Sehingga apabila pengambilan madu tetap dilakukan pada musim hujan, akan membahayakan keselamatan peternak lebah.

 

 

Senin, 26 April 2021

PENINGKATAN KELAS KELOMPOK TANI HUTAN

 

PENINGKATAN KELAS KELOMPOK TANI HUTAN


Kegiatan peningkatan kelas kelompok Tani Hutan,memotifasi petani agar lebih berprestasi dalam mencapai kelas kemampuan yang lebih tinggi,maka diadakan kegiatan peningkatan kelas kelompok tani hutan.

 

Tujuannya untuk pembinaan dan pengembangan kelembagaan kelompok tani hutan yang diarahkan untuk memberdayakan kelompok agar memiliki kekuatan mandiri,sejahtera dan berkelanjutan.

Secara social, kondisi tingkat dinamika kelompok tani hutan tergantung dari masing-masing kelembagaa kelompok tani hutan yang diberdayakan secara berbeda-beda berdasarkan karakteristik lokasinya. Suatu kelompok akan trejamin dan berkelanjutan bila mampu melembaga sesuai dinamika social,dan ekonomi masyarakat setempat serta mampu mendukung fungsi ekologi lokasi wilayahnya.

Kegiatan peningkatan kapasitas kelembagaan di KTH Krida Wana Lestari,DesaTotokan,Kec.Mlarak,Kab.PonorogoTahun 2021, untuk mengetahui kemampuan kelompok sejauh mana posisi dalam ruang lingkup kegiatan kelompok tani hutan yang meliputi kelola kelembagaan,kelola kawasan, dan kelola usaha.

Penilaian kemampuan kelompok tani hutan dilakukan dalam bentuk scorning dengan menggunakan instrument kriteria penilaian kemampuan kelompok dengan ketentuan:

a.       Dibawah 350 : Kelas pemula

b.      350-700         : Kelas Madya

c.       Diatas 700     : Kelas Utama

 

Observasi kegiatan peningkatan kelas kelompok dilaksanakan melalui 3 aspek yaitu:

 

Kelola Kelembagaan

·         Pembagian tugas,peran,tanggungjawab dan

·         wewenang masing-masing pengurus

·         Penyusunan Anggaran Dasar dan AnggaranRumahTangga (AD/ART) atau aturan kelompok

·         Penetapan lokasi dan kelengkapan serta fungsi secretariat

·         Penyusunan kelengkapan administari kelompok

·         Peningkatan kepedulian social,semangat kebersamaan gotong royong,kejujuran,dan keterbukaan dalam pengambilan keputusan.

·         Pembagian peran,pembentuka nkader dan regenrasi kepemimpinan dalam kelompok.

·         Penyusunanlaporankemajuankelompok

·         Kelengkapan Administrasi kelompok dibuktikan dengan adanya buku : buku tamu,Notulen,daftar anggota,daftar hadirdll

Kelembagaan merupakan sekumpulan aturan main,prosedur,norma dan etika berperilaku yang dirancang dan disepakati untuk membatasi tingkah laku individu,warga masyarakat yang tidak bertanggung jawab...

Terkait kelola kawasan,adalah memanfaatkan potensi lingkungan dengan kegiatan penanaman di bawah tegakan,pembuat kompos.Meningkatkan kepedulian warga masyarakat terhadap upaya peningkatan kesejahteraan dilingkungan.

Kelola kawasan

•      Kelola Kawasan yang meliputi pemahaman terhadap batas wilayah Kelola,aktifitas kelompok dalam melakukan rehabilitasi (penanaman lahan kritis/tidak produktif, turus jalan, kanan kiri sungai).

•      Pemanfaatan wilayah Kelola sesuai dengan potensi, peningkatan kesadaran, kemauan, dan kemampuan dalam pelestarian hutan dan konservasi sumberdaya alam, dan atau pencapaian pengelolaan hutan lestari.

 

 

Identifikasi dan pemetaan permasalahan wilayah Kelola dan Kawasan hutan disekitarnya.Terkait kelola kawasan,adalah memanfaatkan potensi lingkungan dengan kegiatan penanaman di bawah tegakan,pembuatan kompos.Meningkatkan kepedulian warga masyarakat terhadap upaya peningkatan kesejahteraan dilingkungan.

 

Aktifitas kelompok dalam melakukan Konservasi sumberdaya hutan (perlidungan mataair,penangkaran flora dan  fauna,pemanfaatan jasa lingkungan.

Kelola Usaha

 

•      Pembinaan Kelola Usaha dapat dilakukan melalui pendampingan dalam kegiatan penyusunan rencana dan Analisa usaha bidang kehutanan, penguatan manajemen usaha tani, pengembangan usaha produktif kehutanan,penyelenggaraan temu usaha KTH dengan pelaku usaha,pengembangan kerjasama,jejaring kerja dan kemitraan dengan pelaku usaha,peningkatan akses informasi dari berbagai sumber, dan mendorong pembentukan badan usaha/koperasi.

 

•      Mengembangkan ekononi produktif berbasis kehutanan.

•      Mendapatkan pendampingan dalam pengembangan usahanya.

•      Mendapatkan pendampingan dalam penyusunan rencana pengelolaan

•      Peningkatan pendapatan kelompok,penambahan penyerapan tenaga kerja dari usaha kelompok.

 

Usaha yang dijalani KTH agar memberikan dampak positif bagi anggota maupun masyarakat sekitar yang ikut dalam pengembangan usaha.

Harapan kegiatan ini dapat meningkatkan pendapatan petani/penduduk dengan memanfaatkan sumberdaya yang tersedia dan meningkatkan kepedulian warga masyarakat terhadap upaya peningkatan kesejahteraan dilingkungan.


 

 

 

 

 

 

 

 

Senin, 22 Maret 2021

MANFAAT PENGHIJAUAN LINGKUNGAN

 MANFAAT PENGHIJAUAN LINGKUNGAN



Dalam kehidupan, manusia akan selalu bergantung pada keberadaan pohon, begitu juga sebaliknya. Masing-masing dari keduanya memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Pohon yang memberikan kehidupan dan berbagai sumber daya untuk manusia, dan manusia yang menjaga serta merawat pohon.

Penghijauan merupakan salah satu bentuk peran manusia dalam menjaga lingkungan. Penghijauan ini dilakukan dengan melakukan penanaman pepohonan. Kita bisa lihat langkah penghijauan ini pada taman kota, pinggir jalan, atau di tempat-tempat yang berupa tanah lapang.

Selain memberikan kesan segar dan memperindah pemandangan di tempat-tempat umum, penghijauan ini juga memberikan banyak manfaat bagi lingkungan. Pohon-pohon yang ditanam akan mengatasi polusi yang banyak dihasilkan di jalan raya, dan memberikan suplai oksigen bagi manusia.

Manfaat penghijauan tidak hanya sampai di situ. Masih banyak manfaat penghijauan yang bisa dirasakan oleh lingkungan, khususnya manusia. Berikut ini, dikutip dari Conserve Energy Future, beberapa manfaat penghijauan bagi lingkungan. Dengan penghijauan, pepohonan akan bertindak sebagai penghalang angin sehingga melemahkan kecepatan angin dan mengurangi dampak dan kemampuannya untuk membawa partikel yang besar dari tanah. Akar-akar pohon yang tertanam di dalam tanah juga berguna menahan tanah untuk memastikan bahwa tanah tidak terseret air selama banjir.

Daun dan ranting pohon juga membantu untuk mengurangi dampak tetesan air hujan di tanah sehingga dapat mencegah erosi. Dengan pohon-pohon yang ditanam, akan menahan tanah sehingga tidak mudah longsor, terutama di daerah berbukit dan pegunungan.

Lingkungan dan manusia.

Manfaat penghijauan yang kedua yaitu membuat kualitas udara menjadi lebih baik. Pohon memainkan peran penting dalam memurnikan udara. Orang-orang yang tinggal di daerah dengan banyak pohon memiliki risiko lebih kecil menderita kondisi yang berhubungan dengan udara. Ini karena pohon dapat memurnikan karbon dioksida dan memberikan oksigen melalui fotosintesis.

Seperti yang kita tahu, banyak aktivitas manusia telah menghasilkan karbon dioksida dalam jumlah besar, seperti ketika mereka mengemudi, membakar fosil, dan kegiatan industri.

Selain menghasilkan karbon dioksida, aktivitas manusia seperti konstruksi telah menyebabkan berkurangnya jumlah pohon dan hutan. Ketidakseimbangan ini telah menyebabkan banyak racun yang berterbangan di udara. Selain emisi karbon dioksida dan rumah kaca, aktivitas manusia seperti konstruksi dan mengemudi menciptakan partikel debu di udara yang mempengaruhi kualitas udara.

Pohon tidak hanya memurnikan karbon dioksida, tetapi juga berguna untuk memurnikan emisi rumah kaca. Pohon dapat menjebak partikel tanah di udara sehingga menghasilkan kualitas udara yang lebih baik.

Manfaat penghijauan ketiga yaitu berguna untuk memperbaiki kualitas air. Manusia dan hewan bergantung sangat pada air bersih untuk bertahan hidup. Itulah mengapa penting untuk melindungi daerah aliran sungai (DAS). Meskipun sebagian besar upaya untuk memulihkan daerah aliran sungai sudah ada, namun penghijauan memainkan peran utama dalam menciptakan daerah aliran sungai baru.

Orang-orang yang tinggal di daerah kering adalah yang paling terpengaruh ketika terjadi kekurangan air bersih untuk konsumsi dan penggunaan rumah tangga.

Tempat-tempat dengan hutan atau banyak pohon memiliki beberapa sumber air sebagai kebalikan dari tempat-tempat yang tidak memiliki pohon, di mana mereka hanya mengandalkan konservasi air. Dengan melakukan penanaman pohon dapat membantu meningkatkan daerah aliran sungai dari daerah kering dan semi kering.

Manfaat penghijauan yang keempat adalah sebagai pelestarian satwa liar. Ketika hutan mulai berkurang, jumlah satwa liar juga ikut berkurang. Hewan liar adalah yang paling menderita ketika manusia menyerang dan menghabisi hutan dan habitat mereka yang lain.

Saat ini, sebagian besar tempat di mana manusia telah membangun kota dan perkebunan, dulunya merupakan tempat merumput dan tinggal bagi satwa liar. Ketika aktivitas manusia terus berkembang, jumlah satwa liar yang tinggal di daerah yang tidak terlindungi akan semakin berkurang.

Untuk kondisi yang lebih ekstrem, sebagian besar jenis hewan akan punah. Dengan melakukan penanaman pohon dapat membantu memastikan bahwa ada cukup tempat tinggal bagi kehidupan liar.

Dengan keberadaan banyak pohon juga berarti banyak jenis binatang atau satwa yang akan terlindungi, baik terlindungi ketersediaan makanannya ataupun terlindungi tempat tinggalnya. Karena alasan ini, penghijauan dapat membantu melindungi hewan liar.

Manfaat penghijauan yang kelima yaitu sebagai pengontrol iklim. Indonesia merupakan negara yang memiliki iklim tropis, artinya iklim panas yang mendapatkan sinar matahari lebih panas daripada iklim yang lainnya.Seiring waktu, bumi semakin tua dan kondisinya juga diperparah dengan berbagai aktivitas manusia. Limbah industri, asap kendaraan, dan kegiatan manusia lainnya menyebabkan polusi udara meningkat.Adanya polusi udara ini menyebabkan perubahan iklim. 

Pemanasan global adalah contoh perubahan iklim nyata yang sudah dirasakan oleh manusia. Dengan adanya penghijauan, pohon-pohon yang ditanam dapat menetralisir udara yang tercemar sehingga iklim yang terjadi tidak terlalu ekstrem.Menanam pepohonan di lahan tandus manfaat yang lebih daripada menanam pohon di hutan yang menipis. Menanam pohon di hutan yang menipis bertujuan untuk membantu memulihkan ekosistem di daerah tersebut. 

Rabu, 20 Januari 2021

AYO....PEDULI LINGKUNGAN

 

AYO….PEDULI LINGKUNGAN

         Keadaan bumi dan lingkungan semakin memburuk. Aktifitas manusia menjadi penyebab terbesar dari kerusakan lingkungan. Penebangan pohon illegal,pencemaran sungai, polusi udara,sampah plastic yang menumpuk,merupakan hal yang memberi kontribusi pada kerusakan lingkungan.

        Sikap kurang peduli ini kerap dianggap bahwa menyelamatkan lingkungan harus dengan kegiatan besar dan spektakuler. Padahal dengan hal sederhana, kita dapat ikut serta dalam penyelamatan lingkungan. Kerusakan lingkungna semakin meningkat karena kurangnya kepedulian manusia terhadap lingkungan.

Dengan langkah-langkah kecil dan sederhana, jika dilakukan terus menerus akan memberikan dampak baik bagi lingkungan.





        1.Bawa Botol Air Minum

Kebiasaan membeli air minum kemasan menghasilkan sampah plastic. Plastik merupakan sampah yang sulit terurai. Sampah plastic memerlukan waktu anatara 100- 500 tahun penguraian. Artiny aselama itu sampah akan mencemari lingkungan. Jika satu orang tiap hari membeli satu botol air minum plastic,betapa banyak sampah plastic di lingkungan. Membawa botol air minum sendiri menjadi langkah bijak mengatasi sampah plastic. Selain peduli lingkungan, tentunya juga lebih hemat. 



        2 .Bawa Tas Belanja

Sama halnya dengan botol aiar minum kemasan. Tas belanja yang sering digunakan adalah  tas kresek atau plastic. Pedagang sering membonuska tas kresek kepada pembeli.

Dengan” Diet Tas Kresek”diharapkan menjadi budaya di masyarakat tentang pengurangan kantong plastic. Sudah saatnya kita belanja membawa tas belanja sendiri.








       3. Gunakan Sepeda atau Jalan Kaki.

Penggunaan kendaraan bermotor menjadi sumber polusi udara. Banyaknya emisi gas kendaraan bermotor menyebabkan kualitas udara menurun. Ribuan motor bertambah setiap harinya.

Kemacetan terjadi dimana-mana. Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor bisa dengan beralih menggunakan kendaraan non motor atau transportasi umum.


        4. Matikan Lampu Saat Tidur

Matikan listrik jika sudah tidak ada aktifitas. Sepertisaat tidur. Selain menghemat energy, tidur tanpa nyala lampu membuat mata beristirahat denga baik.

Mungkin ada beberapa orang tidak terbiasa tidur tanpa lampu. Namun ada baiknya mencoba  menerapkan sebagai langkah untuk peduli lingkungan.

        5.Sediakan Lahan untuk Tanaman.

Tumbuhanmenyerap karbondioksida dan menghasilkan oksigen. Mengisi pekarangan rumah dengan tumbuhan,sangan bermanfaat untuk lingkungan, tetapi juga untuk diri sendiri. Misalnya tanaman obat-obatan,sayuran atau buah-buahan. Namun tanaman hias juga tidak kalah menarik untuk dilihat dan sekarang lagi ngetren. Bisa juga menanama dengan menggunakan pot.



Mari kita peduli lingkungan dengan gerakkan penanaman.

Kurangi pemakaian  plastik dari sekarang. Ayo.. peduli lingkungan untuk bumi tercinta.


Selasa, 22 Desember 2020

BERDAYAKAN BAHAN PANGAN LOKAL DISEKITAR KITA

BERDAYAKAN BAHAN PANGAN LOKAL DISEKITAR KITA


PENDAHULUAN

      Dalam upaya menanggulangi kerawanan pangan pemerintah telah mencanangkan Program Peningkatan Ketahanan Pangan (BKP), berdasarkan UU No. 7 tahun 1996 tentang Pangan. Kemudian pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden No. 68 tahun 2002 tentang Ketahanan Pangan yaitu pengembangan diversifikasi konsumsi pangan yang bertumpu pada keanekaragaman sumber daya pangan, kelembagaan dan budaya lokal. Selama ini untuk memenuhi sumber karbohidrat, Indonesia semakin tergantung beras & gandum. Padahal nenek moyang dahulu hidup dari umbi-umbian lokal seperti keladi, talas, kimpul, ganyong, garut, gadung, uwi dan gembili. Namun saat ini umbi-umbian yang beraneka ragam tersebut nyaris tidak ada, hanya ubikayu dan ubijalar yang masih dapat kita jumpai.

KELOMPOK UMBI-UMBIAN
  • Ubi Kayu
  • Ubi Jalar
  • Gembili
  • Ganyong
  • Suweg
  • Uwi
  • Garut
  • Keladi
  • Talas
  • Kimpul
  • Gadung
  • Porang

     Sumber pangan diatas selain persebaran menyeluruh di Indonesia juga kandungan nutrisinya yang bersaing dengan beras. Potensi kekayaan tumbuhan di Indonesia semuanya harus digali dan dikembangkan. Tumbuhan yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan lahan pada wilayah tertentu diolah dan dikembangkan, dan tumbuhan yang sudah berkembang sesuai ekosistemnya dan mempunyai nilai produksi pada suatu wilayah harus tetap diolah dan dikembangkan pada wilayah itu. Apabila hal tersebut dapat dikembangkan maka kekayaan alam yang ada di Indonesia dapat berkembang sesuai karakter wilayahnya masing-masing dan akan memperkaya keanekaragaman pangan secara nasional.

PELUANG PASAR
  • Perkembangan BIO Energi
  • Perkembangan Industri Pangan 
  • Perkembangan Industri Pengolahan tepung

ASPEK-ASPEK PENTING DALAM KETAHANAN PANGAN ADALAH:
  1. Tersedia pangan yang cukup, aman dan bergizi berasal dari pangan lokal stok masyarakat 
  2. Distribusi stabil: pangan tersedia bagi rumah tangga sepanjang waktu dan di mana saja.
  3. Keterjangkauan: kemampuan akses fisik dan ekonomi terhadap sumber pangan secara sosial dan geografis.
  4. Konsumsi pangan: penganekaragaman konsumsi pangan, bergizi seimbang sehat dan aman.
  5. Kecukupan pangan: pangan cukup secara kuantitas maupun kualitas untuk kebutuhan rumah tangga

PELUANG
   Terdapat peluang yang sangat besar di masyarakat untuk mempersiapkan kebutuhan pangannya sesuai potensi wilayahnya, dengan demikian pangan lokal apakah itu padi, umbi-umbian, jagung, dan lain-lain diberi kesempatan untuk berkembang di wilayahnya masing-masing. 

TANTANGAN
     Mengingat kondisi ekonomi masyarakat yang mayoritas masih lemah, apabila hal ini akan diterapkan maka perlu dukungan dari berbagai pihak

DUKUNGAN
  1. Pemerintah baik sebagai inisiator, penyedia fasilitas, maupun pembuat regulasi, untuk lebih meningkatkan peran masyarakat dalam melakukan pembangunan ketahanan pangan.
  2. Peran masyarakat untuk ikut mengembangkan potensi pangan lokal yang ada 
  3. Para ahli teknologi pertanian mencakup teknologi pangan, teknologi biosistem, serta teknologi industri pangan sangat penting untuk membantu mewujudkan ketahanan pangan yang merupakan tantangan besar bangsa Indonesia ini. Ilmu dan teknolodi pertanian diharapkan mempu berperan memperkenalkan budaya makanan khas daerah untuk mendukung sistem pangan nasional. 













Rabu, 21 Oktober 2020

 

DAM PENAHAN (DPN)

Pendahuluan

         Dam Penahan adalah suatu bangunan yang dibangun disungai yang kedalamannya  4 m untuk menahan, menampung dan mengendalikan sedimen agar jumlah sedimen yang  mengalir menjadi lebih kecil,akibat terjadinya erosi di musim hujan. Atau sebagai sarana untuk usaha melestarikan sumber air dan pengendali sedimen. Dam Penahan merupakan salah satu bentuk bangunan sipl teknis berupa dam kecil dibuat dari susunan batu yang diperkuat dari bronjong kawat. Pembuatan bangunan pencegah erosi dinilai cukup penting dan lebih mendesak dengan topografi yang cukup curam sehingga bisa menyebabkan longsor. Untuk mencegah longsor itu,maka akan dibangun  dam penahan.

         Kegiatan pembuatan Dam Penahan (DPN) untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam hal rehabilitasi Hutan dan Lahan ini di laksanakan di KTH Bumi Kalisat Lestari,Ds.Kalisat,Kec.Bungkal,Kab.Ponorogo sebanyak 4 unit yang tersebar diwilayah desa kalisat daerah rawan longsor Tahun 2020/2021.

Karena masih banyaknya daerah rawan longsor besar harapan di KTH Bumi Kalisat Lestari untuk mendapatkan kegiatan ini baik dana dari APBD JAWA TIMUR maupun dana dari kementrian  KLHK (BPDASHL SOLO). serta menutup kemungkinan dana dari desa  (ADD).



Tujuan pembuatan Dam Penahan

         Untuk mengendalikan sedimen yang diakibatkan adanya erosi pada bagian tangkapan air sehingga dapat mencegah dan mengurangi pendangkalan pada bagian hilir serta memperluas lahan pertanian.

Fungsi Dam Penahan (DPN)

         Menahan pergerakan tanah dan melindungi dan mengendalikan sedimen yang diakibatkan adanya erosi pada bagian tangkapan air, sehingga dapat mencegah dan mengurangi pendangkalan pada bagian hilir serta memperluas  lahan petanian.

        

Manfaat Dam Penahan (DPN)

         1.Membantu menghalangi proses erosi .

         2.Menahan tekanan tanah aktif yang memiliki potensi terhadap longsor.

         3.Pembatasan saluan irigasi.

         4.Menahan tekanan udara lateral sehingga tanah tidak runtuh.


Diwlayah kecamatan bungkal sangat potensi untuk mendapatkan kegiatan sipil tehnis  Dam Penahan (DPN) maupu gully plug (SGP). Hujan yang sangat deras dalam waktu  yang lama menyebabkan bahaya banjir. Bahaya sekunder diakibatkan oleh mengalirnya air yang membawa endapan berupa tanah.